Belajar Terbang dari Tukik Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng

Awal tahun ini, di bulan Januari, saya sempat dimintai tolong teman-teman dari Jakarta buat nganterin jalan-jalan ke Ujung Genteng, tujuannya sih buat moto. Dari Jakarta berangkat jumat malam, sampai Ujung Genteng sabtu subuh berharap dapat foto suasana matahari terbit yang memukau. Eee…ternyata cuaca malah mendung, walau begitu kita sempat buat moto-moto suasana pagi di pantai sekitar TPI Ujung Genteng. Habis itu, sekitar jam 7 pagi hujan mulai turun, deresss banget, jadi kita gak bisa lama-lama moto suasana pagi.

Bete.

Yang bikin lebih bete lagi adalah hujannya awetttt bener. Dari pagi sampai siang, sampai sore, hujan terus. Sesekali sempat berhenti, hujan rintik-rintik, tapi cuma sebentar untuk kemudian deras lagi. Sore hari niatan kita untuk hunting sunset dan melihat pelepasan tukik (bayi penyu) di pantai Pangumbahan tampaknya gagal. Tapi daripada bengong di penginapan yang kebetulan ada di daerah pantai Cibuaya, yang tidak begitu jauh dari pantai Pangumbahan, sekitar jam 4 sore kita niatkan untuk ke Pantai Pangumbahan walau masih hujan rintik-rintik.

Per bulan Januari 2012 kemaren sih, jalanan ke Pangumbahan masih sangat jelek, parah, apalagi di saat hujan. Masih sama parahnya sejak pertama kali saya datang di tahun 2009, dan gak tahu kapan akan diperbaiki (atau sudahkah sekarang?). Jadi, jangan pake mobil sedan ke sini. Mobil sejuta umat Avanza dan Xenia bisa kok lewatin sini, APV juga bisa.

Setiba di area Pantai Pangumbahan, setelah melewati loket gerbang masuk, kita akan tiba di area yang lapang, cukup untuk parkir kendaraan kapasitas banyak. Di area ini juga terdapat penginapan, yang cocok untuk dimanfaatkan jika kita mau melihat proses penyu bertelur di malam hari.

Dari area ini sudah tidak terlalu jauh dari pantai, kita bisa berjalan kaki melalui gerbang dan jalan setapak yang ada.

 

 

Di sisi-sisi jalan itu, terdapat area penangkaran telur penyu yang tersusun sangat rapi. Sayang saat itu saya tidak sempat menanyakan ke petugas yang ada apa arti dari penomoran di setiap sarang telur penyu yang ada.

 

 

Berjalan sebentar, pantai Pangumbahan pun telah menyambut kita.

 

Cuaca sudah tidak gerimis lagi, walau masih mendung. Puluhan orang pengunjung tampak antusias menunggu moment pelepasan tukik ini. Sangat beraneka ragam tipe pengunjung yang ada, orang tua, anak-anak, laki-laki, perempuan semuanya ada. Acara pelepasan tukik ini memang menjadi salah satu daya tarik pantai Pangumbahan yang cocok untuk keluarga, apalagi untuk memberi pendidikan kepada anak-anak.

 

Petugas yang ada memberikan pengarahan kepada para pengunjung untuk berderet membuat barisan. Petugas itu membuat garis di pasir pantai yang jaraknya kira-kira 10 meter dari batas ombak. Para pengunjung diminta untuk berjajar di sepanjang garis itu, untuk kemudian masing-masing dibagikan satu tukik.

 

 

Para pengunjung sangat senang sekali, apalagi bagi mereka yang baru pertama kali memegang tukik ini. Banyak dari mereka memotret tukik di pegangan tangannya, yang sedang mengibas-ngibaskan kaki depannya seakan-akan sepasang sayap untuk terbang.

 

Kita tidak boleh terlalu keras menekan tukik tersebut di pegangan tangan kita. Tukik-tukik kecil imut itu terlihat sangat antusias sekali untuk dapat segera menikmati habitat alaminya di laut. Kepakan-kepakan kaki mungilnya terasa kencang sekali, di benaknya mungkin cuma ada satu tujuan, Lautan luas.

 

 

Dan tukik pun dilepaskan, dengan cepat tukik-tukik itu berjalan dengan empat kaki mungilnya ke arah laut. Para pengunjung seakan-akan menjaga tukik nya masing-masing untuk sampai tujuan, sambil sesekali memotretnya.

 

Tukik kecil ini menyadarkan kita untuk tidak takut menghadapi segala bahaya dan tetap fokus pada tujuan. Mereka tidak peduli kejamnya alam, banyak predator-predator yang menunggu mereka di lautan. Sangat kecil kemungkinan bagi seekor tukik kecil dapat bertahan hidup hingga menjadi penyu dewasa. Hukum rimba berlaku. Saya lupa, berapa probabilitasnya untuk mereka selamat.

 

 

Alih-alih berjalan pelan layaknya kura-kura, tukik-tukik ini berlari, tukik-tukik ini terbang…

 

… sampai bertemu lagi tukik kecil, bertemu lagi saat kita sama-sama telah dewasa.

About these ads

10 thoughts on “Belajar Terbang dari Tukik Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s